June 16, 2026

Dzikir Setelah Sholat Fardhu: Untaian Ketenangan Hati Sesuai Sunnah Arab

Assalamualaikum, Sayangku. Bagaimana harimu? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, ya. Setelah kita menunaikan kewajiban sholat fardhu, seringkali ada perasaan lega, bukan? Perasaan yang seolah beban terangkat, dan hati terasa lebih ringan. Tapi tahukah kita, momen setelah sholat itu adalah waktu yang sangat istimewa untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, Sang Maha Pengasih, melalui dzikir?

Seperti seorang anak yang setelah bermain seharian, ia akan mencari pelukan ibunya untuk menenangkan diri dan berbagi cerita, begitu pula kita sebagai hamba. Setelah “bertemu” dengan Allah dalam sholat, kita diajak untuk tidak langsung beranjak. Ada untaian doa dan pujian yang bisa kita lantunkan, yang dikenal sebagai bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Arab. Ini bukan sekadar rutinitas lisan, Sayang, melainkan sebuah jembatan hati menuju ketenangan sejati.

Mengapa Dzikir Setelah Sholat Itu Penting, Sayangku?

Mungkin ada di antara kita yang bertanya, “Mengapa harus berdzikir lagi setelah sholat? Bukankah sholat itu sendiri sudah merupakan dzikir yang agung?” Pertanyaan itu wajar, Sayang. Mari kita renungkan bersama. Sholat adalah tiang agama, sebuah dialog langsung kita dengan Pencipta. Namun, dzikir setelah sholat adalah penyempurna, penenang, dan penambal segala kekurangan yang mungkin terjadi selama sholat kita.

Bayangkan begini, Sayang. Sholat itu seperti kita sedang berkunjung ke rumah seseorang yang sangat kita hormati dan cintai. Kita sudah menyampaikan maksud kedatangan kita, berinteraksi dengan adab terbaik. Nah, dzikir setelah sholat itu ibarat kita masih duduk sejenak, berbincang ringan, dan menikmati suasana kebersamaan yang hangat sebelum akhirnya pamit. Ini adalah momen untuk menguatkan ikatan, memohon ampunan atas kelalaian, dan memanjatkan harapan. Allah SWT sendiri berfirman dalam Al-Qur’an, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Dan salah satu cara mengingat-Nya yang paling indah adalah melalui dzikir.

Rasulullah SAW, panutan kita, selalu mengajarkan dan mencontohkan amalan ini. Beliau tidak pernah terburu-buru beranjak setelah sholat, melainkan meluangkan waktu untuk berdzikir. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Arab dalam syariat kita. Dengan berdzikir, kita membersihkan hati, menenangkan pikiran, dan mengisi jiwa dengan cahaya ilahi. Ini adalah investasi ketenangan untuk hari-hari kita yang mungkin penuh tantangan.

Memulai Dzikir: Langkah Awal Menuju Ketenangan

Sebelum kita menyelami lebih jauh tentang bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Arab, ada baiknya kita persiapkan hati kita terlebih dahulu. Dzikir yang paling indah adalah dzikir yang keluar dari hati yang tulus, bukan sekadar lisan yang bergerak tanpa makna.

Adab dan Persiapan Hati Kita

  • Tetaplah Berada di Tempat Sholat: Setelah salam, usahakan tidak langsung beranjak. Duduklah dengan tenang, menghadap kiblat atau bergeser sedikit sesuai kenyamanan.
  • Tarik Napas Dalam-Dalam: Rasakan ketenangan yang baru saja kita dapatkan dari sholat. Biarkan hati kita siap menerima untaian dzikir.
  • Niatkan dengan Tulus: Niatkan bahwa kita berdzikir semata-mata karena Allah, untuk mengingat-Nya, memuji-Nya, dan memohon ampunan dari-Nya.
  • Hadirlah Hati: Usahakan untuk memahami makna dari setiap kata yang kita ucapkan. Ini akan membuat dzikir kita lebih meresap dan menenangkan.

Anggaplah dzikir ini sebagai waktu “me-time” kita bersama Allah, Sayang. Waktu di mana kita bisa berbicara dari hati ke hati tanpa gangguan. Indah, bukan?

Rangkaian Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Sesuai Suah Arab yang Menenangkan

Sekarang, mari kita pelajari bersama untaian bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Arab yang bisa kita amalkan setiap hari. Jangan khawatir jika awalnya terasa panjang atau sulit dihafal. Lakukan perlahan, dengaiat yang tulus, insya Allah akan dimudahkan.

Istighfar: Memohon Ampunan dengan Tulus

Setelah salam, langkah pertama yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memohon ampunan. Ini adalah pengakuan kerendahan hati kita di hadapan Allah, atas segala kekurangan dan kelalaian yang mungkin terjadi dalam sholat maupun kehidupan kita.

  • Bacaan:
    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
    Astaghfirullahal ‘Adziim (3x)
    (Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung)
  • Makna: Mengakui dosa dan kesalahan, serta memohon ampunan dari Allah yang Maha Pengampun. Ini membersihkan hati kita dari noda-noda kecil.

Pujian untuk Allah: Mengagungkaama-Nya

Setelah istighfar, kita melanjutkan dengan memuji Allah, mengakui keagungan dan kesempurnaan-Nya. Pujian ini menumbuhkan rasa syukur dan cinta dalam hati kita.

  • Bacaan:
    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
    Allahumma Antas Salam wa minkas Salam wa ilaika ya’udus Salam, fahayyina Rabbana bis Salam wa adkhilnal Jaata daras Salam. Tabarakta Rabbana wa ta’alaita ya Dzal Jalali wal Ikram.
    (Ya Allah, Engkaulah Dzat yang Maha Sejahtera, dari-Mu lah kesejahteraan, dan kepada-Mu lah kembali kesejahteraan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan kesejahteraan, dan masukkanlah kami ke dalam surga, negeri kesejahteraan. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.)
  • Makna: Mengakui Allah sebagai sumber segala kedamaian dan memohon agar kita senantiasa hidup dalam kedamaian-Nya.

Tasbih, Tahmid, Takbir: Untaian Mutiara Hati

Ini adalah salah satu bagian inti dari bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Arab yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang mengamalkan ini tidak akan merugi.

  • Bacaan:
    • سُبْحَانَ اللهِ (33x)
      Subhanallah (Maha Suci Allah)
    • الْحَمْدُ للهِ (33x)
      Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)
    • اللهُ أَكْبَرُ (33x)
      Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
  • Lanjutkan dengan:
    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
    La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in Qadir.
    (Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.)
  • Makna: Menghitung nikmat Allah, mengakui kebesaran-Nya, dan menegaskan keesaan-Nya. Ini adalah pengingat bahwa segala sesuatu di alam semesta ini ada dalam genggaman-Nya.

Ayat Kursi: Penjaga Hati dan Jiwa

Membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat fardhu memiliki keutamaan yang sangat besar, terutama sebagai pelindung diri dan penenang hati.

  • Bacaan: Surat Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi)

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Allahu la ilaha illa Huwa, Al-Hayyul Qayyum. La ta’khudzuhu sinatun wa la nawm. Lahu ma fis samawati wa ma fil ardhi. Man dzalladzi yashfa’u ‘indahu illa bi idznih. Ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum. Wa la yuhithuna bi syai’im min ‘ilmihi illa bima syaa’. Wasi’a kursiyyuhus samawati wal ardha. Wa la ya’uduhu hifzhuhuma. Wa Huwal ‘Aliyyul ‘Adzim.

  • Makna: Mengagungkan Allah sebagai Dzat Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, dan penguasa alam semesta. Membacanya adalah benteng perlindungan dari segala keburukan.

Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas: Pelindung Diri Kita

Ketiga surat pendek ini, yang dikenal sebagai Al-Mu’awwidzat, juga sangat dianjurkan untuk dibaca, terutama setelah sholat Subuh dan Maghrib. Mereka adalah perisai bagi diri kita dari segala macam gangguan.

  • Bacaan:
    • Surat Al-Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad…)
    • Surat Al-Falaq (Qul A’udzu birabbil falaq…)
    • Surat An-Nas (Qul A’udzu birabbias…)
  • Makna: Memohon perlindungan kepada Allah dari segala bentuk kejahatan, baik yang terlihat maupun tidak terlihat.

Doa Penutup: Mengakhiri dengan Harapan

Setelah untaian dzikir, kita bisa menutupnya dengan doa-doa yang kita inginkan, atau doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:

  • Bacaan:
    اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
    Allahumma a’ii ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika.
    (Ya Allah, bantulah aku untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik.)
  • Makna: Permohonan agar Allah senantiasa membimbing kita dalam ketaatan dan ibadah.

Menghayati Setiap Kata: Bukan Sekadar Ucapan

Sayangku, mengingat Allah itu bukan hanya menggerakkan bibir, tetapi juga menghadirkan hati. Seperti saat kita mendengarkan cerita anak kita, kita tidak hanya mendengar suaranya, tapi juga berusaha memahami perasaaya, bukan? Begitu pula dengan bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Arab ini.

Cobalah untuk meresapi setiap makna dari lafadz-lafadz yang kita ucapkan. Ketika kita berucap “Astaghfirullahal ‘Adziim”, rasakan penyesalan di hati kita dan harapan akan ampunan-Nya. Ketika kita berucap “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, “Allahu Akbar”, rasakan betapa agung, suci, dan besarnya Allah, dan betapa kecilnya kita. Dengan menghayati, dzikir kita akan berubah dari sekadar ritual menjadi nutrisi jiwa yang menenangkan.

Manfaat Rutin Mengamalkan Dzikir Ini dalam Hidup Kita

Mengamalkan bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Arab secara rutin akan membawa banyak sekali manfaat bagi kita, Sayang:

  • Ketenangan Hati: Hati yang berdzikir akan selalu merasa dekat dengan Allah, sehingga lebih tenang dan damai menghadapi cobaan hidup.
  • Penghapus Dosa: Dzikir adalah salah satu cara untuk membersihkan dosa-dosa kecil yang mungkin kita lakukan tanpa sadar.
  • Peningkatan Iman: Semakin sering kita mengingat Allah, semakin kuat iman kita kepada-Nya.
  • Perlindungan Diri: Dzikir, terutama Ayat Kursi dan Al-Mu’awwidzat, adalah perisai dari gangguan syaitan dan keburukan.
  • Meraih Pahala Berlimpah: Setiap huruf yang kita ucapkan dalam dzikir adalah pahala di sisi Allah.
  • Memudahkan Urusan: Hati yang tenang dan dekat dengan Allah akan lebih mudah mendapatkan pertolongan-Nya dalam setiap urusan.

Dzikir ini ibarat vitamin rohani, Sayang. Ia menguatkan daya tahan jiwa kita, membuat kita lebih tangguh dan bersyukur dalam menghadapi naik turuya kehidupan. Ia adalah bekal terbaik untuk perjalanan hidup kita di dunia ini, menuju keabadian.

Sayangku, semoga panduan sederhana tentang bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Arab ini bisa menjadi lentera kecil yang menerangi hatimu. Jangan pernah merasa sendiri, karena Allah selalu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher kita. Setiap kali kita berdzikir, kita sedang mengetuk pintu rahmat-Nya, dan insya Allah, pintu itu akan selalu terbuka untuk hati yang tulus.

Mari kita jadikan momen setelah sholat sebagai waktu istimewa untuk berdzikir, menenangkan hati, dan mengisi jiwa dengan cahaya ilahi. Lakukanlah dengan perlahan, penuh penghayatan, dan istiqamah. Ingatlah, sedikit tapi rutin itu lebih baik daripada banyak tapi jarang.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita, menguatkan hati kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya dalam setiap keadaan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.