Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, sayangku. Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Pernahkah kita merasa gundah, resah, atau sekadar ingin mencari ketenangan setelah hiruk pikuk kehidupan? Atau mungkin, setelah menunaikan sholat, kita ingin memperpanjang momen kebersamaan dengan Sang Pencipta?
Momen setelah sholat fardhu adalah waktu yang sangat berharga, seperti jeda sejenak setelah perjalanan panjang, di mana kita bisa beristirahat dan mengisi kembali energi spiritual. Rasulullah SAW, teladan terbaik kita, selalu mengajarkan untuk tidak langsung beranjak pergi setelah sholat. Ada amalan indah yang beliau contohkan, yaitu berdzikir. Dzikir adalah cara kita mengingat Allah, memuji-Nya, dan memohon ampunan-Nya. Ini adalah jembatan hati kita menuju kedamaian sejati.
Dalam artikel ini, kita akan bersama-sama menyelami dan memahami bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Rasulullah. Mari kita pelajari langkah demi langkah, agar hati kita semakin tentram dan ibadah kita semakin sempurna.
Mengapa Dzikir Setelah Sholat Itu Penting, Sayangku?
Mungkin ada di antara kita yang bertanya, “Mengapa harus berdzikir lagi setelah sholat? Bukankah sholat itu sendiri sudah merupakan dzikir?” Pertanyaan itu wajar, Sayang. Ibaratnya, sholat adalah pertemuan kita dengan Allah, seperti kita bertamu ke rumah seseorang yang sangat kita cintai. Nah, dzikir setelahnya adalah obrolan ringan yang penuh makna setelah pertemuan itu, semacam “ngopi” santai sambil mengenang kebaikan-Nya.
Dzikir setelah sholat bukan hanya sekadar rutinitas lisan, tapi juga pengikat hati. Ia adalah penawar rasa gelisah, pembersih dosa, dan penenang jiwa yang paling ampuh. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah meninggalkan amalan ini, menunjukkan betapa besar keutamaaya. Ia seperti pelukan hangat dari seorang ibu setelah anaknya selesai berjuang. Pelukan itu menenangkan, menguatkan, dan mengingatkan kita bahwa kita tidak sendiri.
Melalui dzikir, kita menegaskan kembali keimanan kita, memohon perlindungan dari segala keburukan, dan bersyukur atas nikmat yang tak terhingga. Ini adalah investasi spiritual yang pahalanya akan terus mengalir, insya Allah. Membiasakan diri dengan bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Rasulullah akan membawa keberkahan dan ketenangan dalam setiap aspek kehidupan kita.
Mari Kita Pahami: Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Sesuai Suah Rasulullah
Sekarang, mari kita masuk ke inti pembahasan kita, yaitu mengetahui apa saja bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Rasulullah. Jangan khawatir, ini tidak rumit kok. Kita akan mempelajarinya dengan perlahan dan penuh pengertian.
1. Istighfar: Memulai dengan Memohon Ampunan
Setelah salam, hal pertama yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memohon ampunan. Mengapa? Karena meskipun kita sudah berusaha sholat sebaik mungkin, pasti ada saja kekurangan atau kelalaian dalam sholat kita. Memohon ampunan adalah bentuk kerendahan hati kita di hadapan Allah.
- Bacaan: أَسْتَغْفِرُ اللهَ (Astaghfirullah) – dibaca 3 kali.
- Kemudian dilanjutkan: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ (Astaghfirullahal ‘adzim, alladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih).
- Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”
Bayangkan, seperti kita membersihkaoda kecil di baju sebelum memakainya lagi. Istighfar ini membersihkan hati kita dari noda-noda kecil kekhilafan, agar kita siap menerima rahmat-Nya.
2. Pujian kepada Allah: Mengagungkaama-Nya
Setelah memohon ampunan, kita melanjutkan dengan memuji dan mengagungkan Allah SWT. Ini adalah bentuk pengakuan kita atas kebesaran dan kekuasaan-Nya.
- Bacaan: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta ya dzal jalali wal ikram).
- Artinya: “Ya Allah, Engkaulah As-Salam (Maha Pemberi Kesejahteraan), dan dari-Mu lah kesejahteraan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”
Ini adalah pengakuan bahwa segala kedamaian dan kesejahteraan hanya datang dari Allah. Setelah itu, ada juga beberapa bacaan pujian lain yang sangat dianjurkan, terutama setelah sholat Subuh dan Maghrib, namun baik juga diamalkan setelah setiap sholat:
- Bacaan: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir) – dibaca 10 kali setelah Subuh dan Maghrib.
- Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
3. Tasbih, Tahmid, Takbir: Mutiara Hati yang Berulang
Ini adalah bagian yang paling dikenal dan sering kita dengar. Tiga kalimat mulia ini adalah inti dari banyak dzikir dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk mengucapkaya masing-masing 33 kali.
- سُبْحَانَ اللهِ (Subhanallah) – Maha Suci Allah (33 kali)
- الْحَمْدُ لِلَّهِ (Alhamdulillah) – Segala puji bagi Allah (33 kali)
- اللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) – Allah Maha Besar (33 kali)
Setelah itu, untuk melengkapi jumlah 100, kita tutup dengan:
- Bacaan: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir) – dibaca 1 kali.
- Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Ini seperti kita sedang menghitung mutiara-mutiara berharga, setiap butirnya menambah cahaya di hati kita. Kumpulan bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Rasulullah ini adalah cara sederhana namun mendalam untuk menguatkan iman.
4. Ayat Kursi: Penjaga dari Segala Penjuru
Setelah rangkaian dzikir di atas, sangat dianjurkan untuk membaca Ayat Kursi. Ayat yang agung ini memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagai pelindung dari setan dan penjaga kita dari segala keburukan.
- Bacaan: اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
- Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
Membacanya setelah setiap sholat fardhu adalah benteng kuat bagi diri kita, seperti kita mengunci pintu rumah sebelum tidur agar merasa aman.
5. Doa Setelah Sholat: Memanjatkan Harapan dan Kebutuhan
Setelah semua dzikir ini, kita menutupnya dengan memanjatkan doa. Ini adalah momen paling intim kita dengan Allah, di mana kita bisa mencurahkan segala isi hati, harapan, dan kebutuhan kita. Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa, di antaranya:
- Bacaan: اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ (Allahumma a’ii ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik).
- Artinya: “Ya Allah, bantulah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”
Selain doa-doa yang diajarkan Rasulullah, kita juga boleh memanjatkan doa-doa pribadi kita. Allah Maha Mendengar, dan tidak ada yang lebih indah dari seorang hamba yang tulus memohon kepada Rabb-nya.
Menghadirkan Hati dalam Setiap Dzikir Kita
Sayangku, mengingat Allah itu bukan sekadar menggerakkan lisan. Sama seperti kita berbicara dengan orang yang kita sayangi, bukan hanya kata-kata yang penting, tapi juga perasaan dan perhatian yang kita berikan. Begitu pula dengan dzikir. Kehadiran hati adalah kunci. Saat kita mengucapkan “Subhanallah”, hati kita ikut merasakan betapa sucinya Allah dari segala kekurangan. Saat “Alhamdulillah”, hati kita dipenuhi rasa syukur. Dan saat “Allahu Akbar”, hati kita tunduk pada kebesaran-Nya.
Cobalah untuk memahami makna dari setiap bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Rasulullah yang kita ucapkan. Ini akan membuat dzikir kita lebih hidup, lebih menyentuh jiwa, dan lebih bermakna. Luangkan waktu sejenak, jangan terburu-buru. Nikmati setiap detik momen ketenangan itu, seolah kita sedang berdialog langsung dengan Allah SWT.
Manfaat Dzikir yang Menenangkan Jiwa
Mengamalkan bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Rasulullah secara rutin akan membawa banyak manfaat yang mungkin tidak kita sadari:
- Ketenangan Hati: Jiwa akan terasa lebih damai dan tenteram, jauh dari kegelisahan.
- Penghapus Dosa: Dosa-dosa kecil kita akan diampuni, insya Allah.
- Mendekatkan Diri kepada Allah: Hubungan kita dengan Sang Pencipta semakin erat.
- Perlindungan: Allah akan melindungi kita dari berbagai keburukan dan godaan setan.
- Kekuatan Mental: Hati menjadi lebih kuat dalam menghadapi cobaan hidup.
- Pahala Berlipat Ganda: Setiap dzikir adalah ibadah yang mendatangkan pahala.
Bukan hanya sekadar kata-kata, tapi adalah nutrisi bagi jiwa kita yang haus akan kedamaian dan kasih sayang Ilahi.
Saudaraku, sahabatku, anakku tersayang, mari kita jadikan momen setelah sholat sebagai waktu emas untuk berdzikir. Jangan biarkan kesibukan dunia merenggut kesempatan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setiap kali kita selesai menunaikan sholat fardhu, ingatlah bahwa ada kesempatan indah untuk melanjutkan obrolan spiritual kita melalui bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai suah Rasulullah.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan dan keistiqomahan untuk mengamalkan suah-suah Nabi-Nya. Semoga setiap dzikir yang kita ucapkan menjadi cahaya penerang di hati kita, penghapus dosa-dosa kita, dan jalan menuju ridha-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



